Kelihatannya, kesulitan ekonomi yang semakin menghimpit, semakin membuat orang untuk sesegera mungkin mendapatkan uang dengan usaha apapun, termasuk melakukan penipuan. Aku tau, ini bukan hal baru lagi. Semua pasti sudah pernah mendengar banyak kasus – kasus penipuan, mulai dari penipuan melalui sms palsu, surat palsu, telepon palsu, janggut palsu dan semua yang palsu – palsu lainnya😀. Tindakan penipuan inipun juga seakan akan berkembang mengikuti jaman, maksudnya, dari yang pertama kali jelas – jelas nampak, sampai akhirnya berubah dengan cara yang hampir tidak nampak bahwa itu penipuan.

Dalam waktu tidak sampai satu minggu, aku menemukan ada usaha penipuan yang terjadi di lingkunganku. Pertama, melalui telepon. Kebetulan, kejadian itu dialami oleh “camer”ku. Kalau dulu, si penelepon langsung mengatakan “Selamat ibu, anda sudah memenangkan hadiah blablabla..”, tapi kejadian yang kemarin terjadi tidak seperti itu. Seperti sudah aku katakan di atas, caranya semakin halus.
Awalnya, si penelepon mengatakan kalau dia dari salah satu provider jasa telepon selular, dan dia dengan “baik hatinya” memperingatkan, hati – hati kalau ada penipuan yang mengatakan anda mendapat hadiah, dan peringatan lain, tetapi secara perlahan, penelepon hendak mengorek informasi, seperti jumlah anggota keluarga, siapa saja, berapa anggota yang menggunakan hp, dll(ga sempat tau banyak karena keburu ditutup ama “cais”ku yang dengar jawaban camer makin memberikan info penting). Setelah ditutup, penipu masih berusaha menghubungi lagi beberapa kali, tapi jelas dicuekin.

Kedua, baru aku tau tadi pagi. Modus yang digunakan, dengan meletakkan sabun cuci di jalan / pagar rumah orang, yang di dalamnya diselipkan kertas mendapatkan hadiah.

Di surat yang pertama, disebutkan kalau calon korban mendapatkan sebuah mobil X, dan penipu juga menyertakan “STNK sementara” yang nanti akan ditukar dengan STNK asli (mo sampe kiamat juga ga bakalan deh).
Seperti biasa, calon korban diminta menelepon nomor telepon tertentu, yang jelas aja nomor telepon penipu.
Dalam foto yang aku posting, ga aku hilangin nama PT yang bersangkutan, bukan bertujuan untuk menjelek – jelekkan perusahaan yang bersangkutan, tapi, siapa tahu ada yang terkait dengan perusahaan tersebut, dapat mengambil tindakan seperti memberikan pengumuman bahwa perusahaan tidak pernah memberikan promosi tersebut.

Meskipun sudah banyak korban penipuan, tapi kok masih banyak saja yang kena ya? Kebutuhan akan mendapatkan uang cepat, easy money, memang membuat orang mudah untuk termakan rayuan yang wahhh. Maka, seperti kata bang napi,
“Kejahatan bukan hanya terjadi karena ada pelakunya, tapi bisa juga karena kita terlalu mudah percaya dan terperdaya pada ucapan penjahat tersebut. Waspadalah Waspadalah!!”